<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LSP Badak LNG</title>
	<atom:link href="/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 08:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>/wp-content/uploads/2026/06/FAVICO-150x150.webp</url>
	<title>LSP Badak LNG</title>
	<link>/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Industri Migas Kebanjiran Serangan Siber</title>
		<link>/index.html%3Fp=150.html</link>
					<comments>/index.html%3Fp=150.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 06:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/index.html%3Fp=150.html</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut laporan Kaspersky ICS CERT, persentase komputer sistem kontrol industri (industrial control systems/ICS) dengan objek berbahaya yang berhasil diblokir di seluruh dunia (global) mencapai 19,6% di kuartal pertama tahun ini Solusi keamanan Kaspersky memblokir 10.052 keluarga malware berbeda dari berbagai kategori pada sistem otomatisasi industri. Bergeser di Indonesia, data terbaru dari Kaspersky ICS CERT itu mengidenditifikasi sebanyak 21,81% objek berbahaya diblokir pada komputer ICS di Indonesia selama kuartal I/202. Ini , menunjukkan lebih dari satu dari lima sistem industri menghadapi ancaman siber selama periode tersebut. Sektor minyak &#38; gas (migas) mencatat persentase tertinggi dengan objek berbahaya pada komputer ICS yang berhasil di blokir sebesar 28,0%, diikuti oleh tenaga listrik dan otomasi gedung yang masing-masing sebesar 24,5%. Sektor teknik dan Integrasi ICS (21,2%) dan Konstruksi (20,5%) juga melaporkan tingkat aktivitas ancaman signifikan. Sektor manufaktur (19,4%) dan biometrik (19,3%) mengalami paparan yang relatif lebih rendah. Tingginya angka di sektor-sektor terkait energi mencerminkan daya tarik infrastruktur kritis sebagai target bagi penjahat siber karena kepentingan strategisnya dan potensi dampak operasional yang dapat ditimbulkan dari gangguan tersebut. &#8220;Data kuartal pertama tahun ini menunjukkan ancaman siber terus menargetkan lingkungan operasional, khususnya di industri yang menopang infrastruktur nasional dan pertumbuhan ekonomi” kata Defi Nofitra, Country Manager Kapersky untuk Indonesia di Jakarta, Senin (15/6/206). Sistem teknologi operasional lama tetap tertanam kuat di lingkungan manufaktur, yang membuatnya rentan. Kompleksitas rantai pasokan dan percabangan jaringan mitra tepercaya memperluas permukaan serangan di luar perimeter jaringan. Penyerang menyadari bahwa menargetkan aset OT dari perusahaan industri bukanlah hal yang sulit, itulah sebabnya penutupan pabrik menyebabkan kerugian finansial yang besar. (*)</p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=150.html">Industri Migas Kebanjiran Serangan Siber</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan Kaspersky ICS CERT, persentase komputer sistem kontrol industri (<em>industrial control systems</em>/ICS) dengan objek berbahaya yang berhasil diblokir di seluruh dunia (global) mencapai 19,6% di kuartal pertama tahun ini Solusi keamanan Kaspersky memblokir 10.052 keluarga <em>malware</em> berbeda dari berbagai kategori pada sistem otomatisasi industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bergeser di Indonesia, data terbaru dari Kaspersky ICS CERT itu mengidenditifikasi sebanyak 21,81% objek berbahaya diblokir pada komputer ICS di Indonesia selama kuartal I/202. Ini , menunjukkan lebih dari satu dari lima sistem industri menghadapi ancaman siber selama periode tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor minyak &amp; gas (migas) mencatat persentase tertinggi dengan objek berbahaya pada komputer ICS yang berhasil di blokir sebesar 28,0%, diikuti oleh tenaga listrik dan otomasi gedung yang masing-masing sebesar 24,5%. Sektor teknik dan Integrasi ICS (21,2%) dan Konstruksi (20,5%) juga melaporkan tingkat aktivitas ancaman signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur (19,4%) dan biometrik (19,3%) mengalami paparan yang relatif lebih rendah. Tingginya angka di sektor-sektor terkait energi mencerminkan daya tarik infrastruktur kritis sebagai target bagi penjahat siber karena kepentingan strategisnya dan potensi dampak operasional yang dapat ditimbulkan dari gangguan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Data kuartal pertama tahun ini menunjukkan ancaman siber terus menargetkan lingkungan operasional, khususnya di industri yang menopang infrastruktur nasional dan pertumbuhan ekonomi” kata Defi Nofitra,<em> Country Manager</em> Kapersky untuk Indonesia di Jakarta, Senin (15/6/206).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem teknologi operasional lama tetap tertanam kuat di lingkungan manufaktur, yang membuatnya rentan. Kompleksitas rantai pasokan dan percabangan jaringan mitra tepercaya memperluas permukaan serangan di luar perimeter jaringan. Penyerang menyadari bahwa menargetkan aset OT dari perusahaan industri bukanlah hal yang sulit, itulah sebabnya penutupan pabrik menyebabkan kerugian finansial yang besar. (*)</p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=150.html">Industri Migas Kebanjiran Serangan Siber</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>/?feed=rss2&#038;p=150</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Hulu Migas RI Dinilai &#8216;Kebal&#8217; Volatilitas Harga Minyak</title>
		<link>/index.html%3Fp=147.html</link>
					<comments>/index.html%3Fp=147.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 06:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/index.html%3Fp=147.html</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai investasi di hulu migas tak begitu terpengaruh dengan volatilitas harga minyak dunia dalam jangka pendek, sebab investasi yang dilakukan memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya bisa mendapat keuntungan. Untuk itu, Aspermigas menekankan salah satu aspek terpenting dalam berinvestasi di hulu migas adalah stabilitas kebijakan. Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal mengungkapkan ketika harga minyak mentah global meningkat, maka perusahaan hulu migas yang telah melakukan produksi dapat mendapatkan pendapatan ekstra atau windfall profit. Kendati demikian, keuntungan yang didapatkan tersebut bakal diinvestasikan kembali untuk mendanai proses eksplorasi hingga peningkatan produksi. Dalam hal ini, kegiatan bisnis tersebut perlu didukung dengan stabilitas kebijakan yang diambil pemerintah. “Windfall profit itu akan mereka manfaatkan untuk investasi lagi, tetapi investasi ya tetep mereka akan berhati-hati. Jadi intinya sifatnya jangka panjang ya, dan kenaikan ini akan masih dilihat ke depan. Ini akan stabil apa enggak. Ya, perdamaian ini permanen apa enggak ya,” kata Moshe ketika dihubungi, Jumat (19/6/2026). Tidak hanya kebijakan di sektor migas, Moshe menyatakan kebijakan pemerintah yang secara umum berdampak bagi dunia usaha bakal berimbas terhadap investasi di hulu migas. Dia mencontohkan, saat ini sektor hulu migas memang dikecualikan dari kebijakan penyimpanan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), tetapi kondisi tersebut bisa saja berubah jika tiba-tiba pemerintah membutuhkan pendapatan lebih. “Iya sekarang, tetapi bisa saja tahun depan berubah gitu kan. Jadi kita jadi khawatir. Misalkan kalau ekonomi Indonesia makin buruk, bisa saja migas juga kena juga,” tegas dia. “Jadi jangan pernah kita bersangka kalau kebijakan di satu sektor itu tidak berpengaruh ke sektor lain. Akan berpengaruh sentimennya ke sektor lain,” lanjtunya. Moshe juga menegaskan investor umumnya menilai iklim investasi suatu negara berdasarkan kebijakan yang diputuskan, bukan informasi yang disampaikan oleh pemerintah. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diputuskan di sektor lainnya juga bakal menjadi sentimen bagi investor untuk menentukan keputusan investasinya. “[Hal] yang kita lihat sekarang kan kadang-kadang kebijakan-kebijakan yang tidak didiskusikan dahulu oleh industri. Nah keluarnya seperti itu, akhirnya bergejolak. Itu seharusnya pemerintah bisa sadar dan berubah seperti yang kita harapkan,” ujarnya. Harga minyak mentah dunia bergerak melemah seiring langkah para pelaku pasar menganalisis dampak dari pakta perdamaian sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berdasarkan laporan televisi negara Republik Islam tersebut serta seorang pejabat AS, dokumen kesepakatan itu kini telah ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara. Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali aliran jutaan barel minyak dari Timur Tengah seiring dimulainya kembali lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz setelah berakhirnya blokade ganda. Harga minyak mentah acuan dunia, Brent, untuk pengiriman Agustus naik 0,8% menjadi US$80,48/barel pada pukul 14.13 di Singapura hari ini.&#160;Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 1,7% menjadi US$77,90/barel.&#160;Kontrak WTI Agustus yang lebih aktif naik 1% menjadi US$76,61/barel. Adapun, lifting minyak mentah pada tahun ini ditargetkan sebanyak 610.000 barel per hari (bph). Sementara itu, lifting gas bumi dibidik sejumlah 984.000 l setara minyak per hari (boepd).</p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=147.html">Industri Hulu Migas RI Dinilai &#8216;Kebal&#8217; Volatilitas Harga Minyak</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bloomberg Technoz, Jakarta –</strong> Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai investasi di hulu migas tak begitu terpengaruh dengan volatilitas harga minyak dunia dalam jangka pendek, sebab investasi yang dilakukan memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya bisa mendapat keuntungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, Aspermigas menekankan salah satu aspek terpenting dalam berinvestasi di hulu migas adalah stabilitas kebijakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal mengungkapkan ketika harga minyak mentah global meningkat, maka perusahaan hulu migas yang telah melakukan produksi dapat mendapatkan pendapatan ekstra atau <em>windfall profit.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, keuntungan yang didapatkan tersebut bakal diinvestasikan kembali untuk mendanai proses eksplorasi hingga peningkatan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, kegiatan bisnis tersebut perlu didukung dengan stabilitas kebijakan yang diambil pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Windfall profit </em>itu akan mereka manfaatkan untuk investasi lagi, tetapi investasi ya tetep mereka akan berhati-hati. Jadi intinya sifatnya jangka panjang ya, dan kenaikan ini akan masih dilihat ke depan. Ini akan stabil apa <em>enggak</em>. Ya, perdamaian ini permanen apa <em>enggak</em> ya,” kata Moshe ketika dihubungi, Jumat (19/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya kebijakan di sektor migas, Moshe menyatakan kebijakan pemerintah yang secara umum berdampak bagi dunia usaha bakal berimbas terhadap investasi di hulu migas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia mencontohkan, saat ini sektor hulu migas memang dikecualikan dari kebijakan penyimpanan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), tetapi kondisi tersebut bisa saja berubah jika tiba-tiba pemerintah membutuhkan pendapatan lebih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya sekarang, tetapi bisa saja tahun depan berubah <em>gitu kan</em>. Jadi kita jadi khawatir. Misalkan kalau ekonomi Indonesia makin buruk, bisa saja migas juga kena juga,” tegas dia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi jangan pernah kita bersangka kalau kebijakan di satu sektor itu tidak berpengaruh ke sektor lain. Akan berpengaruh sentimennya ke sektor lain,” lanjtunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Moshe juga menegaskan investor umumnya menilai iklim investasi suatu negara berdasarkan kebijakan yang diputuskan, bukan informasi yang disampaikan oleh pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, setiap kebijakan yang diputuskan di sektor lainnya juga bakal menjadi sentimen bagi investor untuk menentukan keputusan investasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“[Hal] yang kita lihat sekarang kan kadang-kadang kebijakan-kebijakan yang tidak didiskusikan dahulu oleh industri. <em>Nah</em> keluarnya seperti itu, akhirnya bergejolak. Itu seharusnya pemerintah bisa sadar dan berubah seperti yang kita harapkan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga minyak mentah dunia bergerak melemah seiring langkah para pelaku pasar menganalisis dampak dari pakta perdamaian sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan laporan televisi negara Republik Islam tersebut serta seorang pejabat AS, dokumen kesepakatan itu kini telah ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali aliran jutaan barel minyak dari Timur Tengah seiring dimulainya kembali lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz setelah berakhirnya blokade ganda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga minyak mentah acuan dunia, Brent, untuk pengiriman Agustus naik 0,8% menjadi US$80,48/barel pada pukul 14.13 di Singapura hari ini.&nbsp;Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 1,7% menjadi US$77,90/barel.&nbsp;Kontrak WTI Agustus yang lebih aktif naik 1% menjadi US$76,61/barel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun, <em>lifting </em>minyak mentah pada tahun ini ditargetkan sebanyak 610.000 barel per hari (bph). Sementara itu, lifting gas bumi dibidik sejumlah 984.000 l setara minyak per hari (boepd).</p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=147.html">Industri Hulu Migas RI Dinilai &#8216;Kebal&#8217; Volatilitas Harga Minyak</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>/?feed=rss2&#038;p=147</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerangka Logis-Strategis Pengelolaan dan Pemanfaatan Blok Migas Andaman</title>
		<link>/index.html%3Fp=144.html</link>
					<comments>/index.html%3Fp=144.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 06:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/index.html%3Fp=144.html</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penemuan cadangan migas di Blok Andaman memiliki nilai sangat strategis bagi prospek pembangunan ekonomi Aceh ke depan. Potensi sumber daya yang tersimpan di kawasan ini tidak hanya bernilai sebagai komoditas energi, tetapi juga sebagai modal geopolitik dan geoekonomi yang dapat mengubah posisi Aceh dalam peta investasi, industri, dan perdagangan nasional dan regional Asia.  Jika dikelola secara tepat, migas Blok Andaman dapat menjadi katalis bagi lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan kapasitas fiskal daerah, pengembangan industri hilir, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Aceh. Namun kita juga harus belajar dari pengalaman banyak daerah penghasil sumber daya alam yang menunjukkan bahwa kekayaan migas tidak secara otomatis berbuah kesejahteraan bagi daerah tersebut. Sudut pandang yang terlalu sempit dan berjangka pendek serta hanya menempatkan Blok Andaman sebagai sumber penerimaan fiskal atau objek eksploitasi semata, berpotensi melahirkan berbagai risiko sosial, ekonomi, dan politik. Secara sosial, dapat muncul kesenjangan, kecemburuan, dan konflik distribusi manfaat. Secara ekonomi, Aceh berisiko terjebak sebagai pemasok bahan mentah tanpa memperoleh nilai tambah yang signifikan. Sementara secara politik, bisa melahirkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan Aceh terhadap Jakarta yang bukan tidak mungkin jika terus berakumulasi akan berpotensi memantik konflik Aceh-Jakarta kembali terulang.  Namun kita juga harus belajar dari pengalaman banyak daerah penghasil sumber daya alam yang menunjukkan bahwa kekayaan migas tidak secara otomatis berbuah kesejahteraan bagi daerah tersebut. Sudut pandang yang terlalu sempit dan berjangka pendek serta hanya menempatkan Blok Andaman sebagai sumber penerimaan fiskal atau objek eksploitasi semata, berpotensi melahirkan berbagai risiko sosial, ekonomi, dan politik. Secara sosial, dapat muncul kesenjangan, kecemburuan, dan konflik distribusi manfaat. Secara ekonomi, Aceh berisiko terjebak sebagai pemasok bahan mentah tanpa memperoleh nilai tambah yang signifikan. Sementara secara politik, bisa melahirkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan Aceh terhadap Jakarta yang bukan tidak mungkin jika terus berakumulasi akan berpotensi memantik konflik Aceh-Jakarta kembali terulang. </p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=144.html">Kerangka Logis-Strategis Pengelolaan dan Pemanfaatan Blok Migas Andaman</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penemuan cadangan migas di Blok Andaman memiliki nilai sangat strategis bagi prospek pembangunan ekonomi Aceh ke depan. Potensi sumber daya yang tersimpan di kawasan ini tidak hanya bernilai sebagai komoditas energi, tetapi juga sebagai modal geopolitik dan geoekonomi yang dapat mengubah posisi Aceh dalam peta investasi, industri, dan perdagangan nasional dan regional Asia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dikelola secara tepat, migas Blok Andaman dapat menjadi katalis bagi lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan kapasitas fiskal daerah, pengembangan industri hilir, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kita juga harus belajar dari pengalaman banyak daerah penghasil sumber daya alam yang menunjukkan bahwa kekayaan migas tidak secara otomatis berbuah kesejahteraan bagi daerah tersebut. Sudut pandang yang terlalu sempit dan berjangka pendek serta hanya menempatkan Blok Andaman sebagai sumber penerimaan fiskal atau objek eksploitasi semata, berpotensi melahirkan berbagai risiko sosial, ekonomi, dan politik. Secara sosial, dapat muncul kesenjangan, kecemburuan, dan konflik distribusi manfaat. Secara ekonomi, Aceh berisiko terjebak sebagai pemasok bahan mentah tanpa memperoleh nilai tambah yang signifikan. Sementara secara politik, bisa melahirkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan Aceh terhadap Jakarta yang bukan tidak mungkin jika terus berakumulasi akan berpotensi memantik konflik Aceh-Jakarta kembali terulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kita juga harus belajar dari pengalaman banyak daerah penghasil sumber daya alam yang menunjukkan bahwa kekayaan migas tidak secara otomatis berbuah kesejahteraan bagi daerah tersebut. Sudut pandang yang terlalu sempit dan berjangka pendek serta hanya menempatkan Blok Andaman sebagai sumber penerimaan fiskal atau objek eksploitasi semata, berpotensi melahirkan berbagai risiko sosial, ekonomi, dan politik. Secara sosial, dapat muncul kesenjangan, kecemburuan, dan konflik distribusi manfaat. Secara ekonomi, Aceh berisiko terjebak sebagai pemasok bahan mentah tanpa memperoleh nilai tambah yang signifikan. Sementara secara politik, bisa melahirkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan Aceh terhadap Jakarta yang bukan tidak mungkin jika terus berakumulasi akan berpotensi memantik konflik Aceh-Jakarta kembali terulang. </p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=144.html">Kerangka Logis-Strategis Pengelolaan dan Pemanfaatan Blok Migas Andaman</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>/?feed=rss2&#038;p=144</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Blog 1</title>
		<link>/index.html%3Fp=672.html</link>
					<comments>/index.html%3Fp=672.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 08:51:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/index.html%3Fp=672.html</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry&#8217;s standard dummy text ever since 1966, when designers at Letraset and James Mosley, the librarian at St Bride Printing Library in London, took a 1914 Cicero translation and scrambled it to make dummy text for Letraset&#8217;s Body Type sheets. It has survived not only many decades, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised thanks to these sheets and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker and Microsoft Word including versions of Lorem Ipsum.</p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=672.html">Blog 1</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lorem Ipsum</strong> is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry&#8217;s standard dummy text ever since 1966, when designers at Letraset and James Mosley, the librarian at St Bride Printing Library in London, took a 1914 Cicero translation and scrambled it to make dummy text for Letraset&#8217;s Body Type sheets. It has survived not only many decades, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised thanks to these sheets and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker and Microsoft Word including versions of Lorem Ipsum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="/index.html%3Fp=672.html">Blog 1</a> appeared first on <a href="/">LSP Badak LNG</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>/?feed=rss2&#038;p=672</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
